Latihan demi latihan
perjalanan demi perjalanan
Kita bermusafir sendirian di bumi hina
Hanya sekadar melaluinya
Kita pasti akan menyesal
seumur hidup di kehidupan akan datang
Suara demi suara
yang bergetar melaungkan sesuatu
yang tidak akan membangkitkan rasa cinta
yang akan membara di dua dunia yang satu
bersama harakah syaitoniah yang semakin menghimpit
Di atas segala pergerakan yang kita pilih
Langkahan demi langkah
Yang terus menjerumuskan jiwa ke pelusuk kehinaan
namun ingatlah semua ini adalah
sketsa kehidupan yang
akan membawa kembali kita
pada sang Pencipta jika diberi kesempatan
dan kita mengambil itu sebagai pedoman.
Berimanlah dan terus beriman
terus pelajari sesuatu yang bisa menyelamatkanmu
itulah rahasia kehidupan pada 14 lekuk tanganmu
rahasia kehidupan yang siapa mencarinya
pasti akan selamat dan beroleh ketenangan seumur hidupmu
pergilah wahai diri..
GEMA IRAMA
Kali terakhir aku mencoret sesuap ilham
meronta jiwa untuk menulis sesuatu
Namun ianya beku
umpama sekeping hati yang telah dirasuki
gerakan syaitoni...
Mana dia ketenangan yang kucari
karena sesuatu yang mudah itu
nampaknya payah untuk aku harungi
apa bisa aku kembali dan istiqomah
dalam pencarian ini?
Lembaran demi helaian aku jajahi
bersikap ingin terus maju dalam kontemporari diri
Aku perlu buang semua itu
untuk menuju pada sebuah garisan keikhlasan..
Bantulah aku wahai Ya 'Ali...
Suara-suara terus berkumandang,
corong-corong kehidupan terus dirasuki..
bila malam menjelma aku jadi tewas
untuk mengemudi sesuatu yang hampir pasti..
Di mana aku sebenarnya?
Lafazkanlah wahai sang tirani diri.
Sesejuk hempasan laut di batu-batu kerikir
di sana juga aku mencari sebuah jawapan..
apakah aku perlu terus bersabar?
jawapan ini hanya diri yang mampu mengatasi...
Seraut wajah hempedu di keheningan malam ini
membakar semangat dan jiwa harmoni
Siulan tetap mengungguli..
namun pasti tidak akan mencerna kehidupan ini..
Maafkan aku wahai insan..
Karena di perjalanan ini
aku perlu berbicara untuk secangkir
renungan dan kemaafan..
Berharap agar aku terus berdiri
disamping para Wali yang berdiri..
Assalammu'alaika ya Rasulullah...
KEBERKATAN RAMADZON DAN JIWA
Aku dalam dakapan Sang Pencipta.
Setiap saat dan detik yang berhembus,
Bagai bertasbih dalam petikan syahdu
Aku bahagia meratah Ramadzon kali ini..
Dimulakan pada Sya'ban Sang Penghulu Kemenangan..
Alam bergema, bergetar menyaksikan
keimanan semua para hamba yang bersujud..
Menahan diri beribadah tanda mahu melompat ke sisi-Nya
Marilah Teman, marilah saudara...
Mencium aromanya haruman mawar putih untuk kebahagiaan selamanya..
Sapukan air suci di wajah erosimu..
Agar jiwa dan naluri akan terus mengimani
segala yang terpandang oleh Akal dan Ilmu.
Berlarilah teman.. berlatih membuat harta untuk rumahmu..
Pasti keinginan dan kehendak Sang Sufi akan menjelma..
Bilamana kesabaran teruji wahai jiwa,
tersenyum dalam hatimu agar kental,
Karena harakahnya syaitoni tetap akan memburu
selagi kau bertahan selagi itu rintihan mereka pelbagai cara
Hantukkan pedang doamu, bersama pakaian tercantik Takwa
Dan bersedeqah akan dapat membunuh haluan kirimu..
Saksikanlah diriku, dirimu dan manusia itu...
Setiap saat dan detik yang berhembus,
Bagai bertasbih dalam petikan syahdu
Aku bahagia meratah Ramadzon kali ini..
Dimulakan pada Sya'ban Sang Penghulu Kemenangan..
Alam bergema, bergetar menyaksikan
keimanan semua para hamba yang bersujud..
Menahan diri beribadah tanda mahu melompat ke sisi-Nya
Marilah Teman, marilah saudara...
Mencium aromanya haruman mawar putih untuk kebahagiaan selamanya..
Sapukan air suci di wajah erosimu..
Agar jiwa dan naluri akan terus mengimani
segala yang terpandang oleh Akal dan Ilmu.
Berlarilah teman.. berlatih membuat harta untuk rumahmu..
Pasti keinginan dan kehendak Sang Sufi akan menjelma..
Bilamana kesabaran teruji wahai jiwa,
tersenyum dalam hatimu agar kental,
Karena harakahnya syaitoni tetap akan memburu
selagi kau bertahan selagi itu rintihan mereka pelbagai cara
Hantukkan pedang doamu, bersama pakaian tercantik Takwa
Dan bersedeqah akan dapat membunuh haluan kirimu..
Saksikanlah diriku, dirimu dan manusia itu...
sorrow

Alhamdulillah.. ungkapan dan lafaz pertama,
Setelah berusaha, berdoa dan rintangan dilalui,
Mentari pagi akhirnya makin bersinar
Dan menerangi pujangga-pujangga rindu
pemandangan dunia...
Aku dan diriku kembali..
terima kasihku buat sesama insan yang mengajarkan kebaikan..
tempatmu pasti ku tahu, dengan penghayatan
cuma perlu kau melangkah sedikit mencari sirna
pasti lambaian ketenangan itu meruntun... jiwamu
sesegar sang puisi buat Sang Bintang..
- LAMA TAK TULIS
BICARA BUAT TEMAN
Salam, Aku ingin bertanya padamu.
Apa peganganmu? Dan kenapa kau tidak
melangkah menghampiri DIA?
Aku tahu berdasarkan perjalanan semalam..
Kau tetap di situ.. begitu lambat kau melangkah
Dan kau masih asyik dalam dirimu sendiri..
Tanpa mahu mempercepatkan langkahanmu..
Rugikah aku?
Aku berpegang pada suatu surah,
dalam pemikiran Thabataba'i ..
ayat DEMI MASA menceritak keseluruhan
kisah al-quran.. Dan, Aku 'taat dan patuh'
InsyaAllah sampai saat ini, bersyukur tak terhingga
karena aku masih dipelihara..
Bukan perkataanku, namun mereka yang berdampingan,
Jika kau tak mahu, apa dayaku..
Namun sedikit pon tiada niat di hatiku
untuk menyakitimu teman..
Aku melangkah mengikuti harakahnya Al Husain..
Dan ingin mengajak teman-teman menyertaiku..
pantas.
Apa dayaku, kalau kau cuba memusuhi diriku,
apakah teguranku tiada kebaikan dalam dirimu?
Apakah mencari nafkah untuk dirimu dan keluargamu
suatu yang buruk?
Aku hanya terdaya berkata sesuatu padammu,
Tinggal kau yang memikirkan..
InsyaAllah suatu masa kau pasti akan fahami..
Tinggallah engkau dalam fanatisme dirimu
sendiri.. muga engkau sendiri akan
menyelamatkan dirimu sendiri..
Salam,
Subscribe to:
Posts (Atom)







